Agustus 26 2018 0Comment
Tata cara manasik haji

Tata Cara Manasik Haji Agar Ibadah Haji Semakin Khusyuk

Tata cara manasik haji – Haji merupakan salah satu penggenap rukun islam yang ke-5. Namun, ketika seseorang menginginkan untuk penyempurnaan ibadah ini harus menyiapkan kondisi fisik dan finansial. Begitu pun dengan adanya tata cara manasik haji. Seseorang yang akan pergi haji akan diberikan pembekalan dari sang biro Haji. Agar ibadah yang dilakukan menjadi khusyuk.

Tata cara manasik haji

Manasik Haji merupakan tata cara atau tuntunan untuk mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan rukun, wajib, dan sunnah haji dengan menggunakan miniatur Ka’bah dan dilaksanakan sebelum calon jamaah berangkat ke tanah suci. Dengan kata lain, Manasik Haji adalah sebuah pelatihan tentang pelaksanaan Ibadah Haji secara menyeluruh yang wajib diikuti oleh calon jamaah. Pada proses Manasik Haji, calon jamaah akan mempelajari bagaimana melakukan niat sebelum melaksanakan haji, apa saja aturan pelaksanaan haji, apa saja yang tidak boleh dilanggar selama melakukan haji agar ketika pulang dapat menjadi haji yang mabrur.

Selain materi secara teori, Manasik Haji juga mengajarkan bagaimana caranya menggunakan kain Ihram. Terdapat perbedaan pada kain Ihram untuk laki-laki dan kain Ihram untuk wanita. Pakaian ihram bagi laki-laki adalah 2 lembar kain yang tidak berjahit yang dipakai untuk bagian bawah menutup aurat dan kain yang satunya lagi diselendangkan. Sedangkan pakaian wanita ihram adalah menutup semua badannya kecuali muka dan telapak tangan (seperti pakaian ketika sholat). Warna pakaian Ihram disunahkan berwarna putih.

Selanjutnya dalam proses Manasik Haji calon jamaah akan melakukan praktik ibadah secara langsung. Setiap tempat Manasik Haji selalu memiliki kawasan simulasi seperti Ka’bah, tempat lempar Jumrah dan lain sebagainya. Calon jamaah akan diajarkan urutannya secara benar sampai melakukan Tahalul atau memotong rambut setelah melakukan sa’i. Selain diberikan kepada calon jemaah haji, manasik haji biasanya diajarkan pada anak-anak di sekolah. Pada momen Ramadan dan pesantren kilat, banyak sekolah mengadakan acara ini untuk memberikan gambaran secara umum dari praktik ibadah haji.

Manasik Haji dilakukan untuk dapat memberikan pemahaman kepada setiap calon jamaah haji mengenai tujuan utama keberangkatan mereka ke tanah suci Mekkah. Tujuan diadakannya Manasik Haji adalah untuk mempermudah calon jamaah Haji dalam memahami tentang ibadah haji baik secara teoritis maupun praktis sehingga diharapkan dapat menjadi calon jamaah Haji yang mandiri dan dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar.

Tata Cara Manasik Haji Yang Harus Anda Ketahui Sebagai Berikut :

1. Melakukan Ihram Dari Miqat Yang Telah Ditentukan

Ihram dilakukan pada awal bulan syawal yang dimulai dengan mensucikan badan melalui mandi besar, berwudhu lalu menggunakan pakaian ihram dan berniat untuk untuk berhaji. Dengan membanya niat seperti “ Labbaik Allahumma hajjan, yang artinya “aku datang memenuhi panggilanmu ya Allah, untuk berhaji”. Dengan dimulainya niat tersebut seorang calon jamaah haji memulai ibadah hajinya dengan baik, kemudian berangkat menuju Arafah.

2. Wukuf Di Arafah

Dimulai pada tanggal 9 Zulhijah yang berlangsung pada waktu tergelincirnya matahari sampai terbitnya fajar pada hari nahar ( hari penyembelihan kurban). Dimana kaum muslim yang berada di tanah suci melaksanakan ibadahnya sedangkan kaum muslim di tanah air mempersembahkan zakat masa depannya dengan berkurban. Ketika melaksanakan eukuf beberapa kegiatan yang dilaksanakan adalah. Shalat jamak taqdim dan qasar zuhur asar, perbanyak berzikir, berdoa dan membaca Al-Qur’an.

Adapun rangkaiannya sebagai berikut:

  • Selesai sholat Subuh di Mina, pergi menuju Arafah setelah matahari terbit pada tanggal 9 Dzulhijjah dengan terus bertalbiyah.
  • Setibanya di Arafah, lakukan sholat jama’ taqdim Dzuhur dan Ashar sekaligus diqoshor.
  • Ketika berada di Arafah, berdoalah dengan mengangkat tangan. Tak ada doa khusus, namun dapat menggunakan doa Nabi Shollallahu alaihi wa sallam.
  • Terus berdoa hingga matahari terbenam. Perlu diingat untuk tidak membuang-buang waktu untuk mengobrol atau berjalan-jalan. Gunakanlah waktu di Arafah dengan sebaik-baiknya yaitu dengan berdoa. Karena di hari Arafah, Allah mendekat ke langit dunia.
  • Tidak meninggalkan Arafah sebelum matahari terbenam.

3. Mabit Di Musdalifa, Mekah

Waktu sesaat setelah tengah malam hingga terbit fajar. Disini jamaah Haji mencari krikil guna melempar jumrah di Mina, kerikil yang mereka cari berjumlah 49 atau 70 butir. Setelah melaksanakan mabit jamaah haji mulai pergi ke musdalifah untuk melaksanakan shalat subuh ketika matahari menyingsing.

  • Pagi hari pada tanggl 8 Dzulhijjah setelah terbit matahari, para jemaah haji berangkat ke Mina
  • Tiba di Mina, sholat qoshor untuk Dzuhur dan Ashar. Namun tidak dijama’.
  • Memasuki waktu sholat Maghrib dan Isya pun sama diqoshor tanpa dijama’.
  • Bermalam agar dapat sholat Subuh di Mina sebagaimana sunnah Nabi Muhammad shollallahu alaihi wa sallam.

4. Melontar Jumroh Aqabah

Setelah melaksanakan mabit jamaah haji melakukan lemparan jumroh pada tanggal 10 Zulhijah. Dengan 7 butir krikil yang dilemparkan pada pos-pos yang berbeda. kemudian melakukan penyembelihan binatang kurban. Pada saat ini jamaah haji diwajibkan untuk menyaksikan binatang kurban yang akan disembelih. Guna menjadi saksi bahwa seseorang yang berkurban telah memberikan sunahnya berkendara di akhirat nanti.

  • Setelah matahari terbit, segera meninggalkan Muzdalifah menuju ke Mina untuk melempar jumroh aqobah.
  • Pungutlah batu seukuran biji coklat dan biji kacang dimana saja. Boleh memungut dalam perjalanan ke Mina atau nanti setelah tiba di Mina.
  • Melempar jumroh dilakukan setelah terbitnya matahari dengan 7 lemparan batu yang sudah dipungut. Saat melempar jumroh, Mekkah berada di sebelah kiri dan Mina (tempat penginapan) berada di sebelah kanan.
  • Setiap lemparannya diucapkan Allahu Akbar dan diusahakan untuk masuk ke dalam kolam. Jika meleset, dapat diulang kembali.

5. Tahalul

Tahalul adalah berlepas diri dari pakaian Ihram menggunakan pakaian bebas yang rapi. Setelah melaksanakan ibadah haji. Tahalu awal dilakukan setelah melontar jumrah Aqabah yang di tandai dengan mencukur rambut sekurang-kurangnya 3 helai dan boleh melakukan hal yang terlarang saat Ihram kecuali melakukan seks. Setelah melakukan tahalul dengan memotong 3 helai rambut maka semua dosa telah terhapuskan.

6. Melakukan Mabit Di Mina

Ibadah yang dilakukan pada hari-hari tasrik yaitu hari yang dilarang untuk berpuasa, mulai dari tanggal 11, 12, 13 Zulhijah. Yang dilanjutkan dengan melempar jumrah di tiga tempat yang berbeda yaitu jumroh Ula, Wusta, Aqabah masing-masing tempat memiliki aturan 7 kali lemparan. Setelah usai melontarkan jumroh yang terakhir jamaah haji bisa kembali ke kediaman sementara di Mina. Berakhirnya pelemparan jumroh yang terakhir menandakan bahwa jamaah haji telah usai melaksanakan ibadahnya dengan teratur dan sesuai dengan jalannya yang baik.

7. Tawaf Ifadah

Bagi yaang belum melaksanakan tawaf Ifadah saat berada di Mekah, maka jamaah haji hatus melaksanakan tawaf ifadah dan sa’i. Dengan melakukan tawaf wada’ sebelum meninggalkan Makkah untuk kembali pulang ke daerah asalnya. Di sinilah jamaah Haji telah selesai menjalani ibadah suci ini dengan lancar dan baik.

8. Menyembelih Kambing

Menyembelih kambing dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah atau setelahnya (pada hari Tasyrik atau 11, 12 dan 13 Dzulhijjah). Sangat dilarang memotong kambing sebelum tanggal 10 Dzulhijjah. Selain tidak sah, juga harus mengganti atau berpuasa selama 3 hari pada hari tasyrik dan 7 hari ketika berada di Indonesia.

Memotong kambing wajib bagi yang mengerjakan haji tamattu’ dan qiron atau disebut dengan menyembelih hadyu. Sedangkang bagi yang mengerjakan haji ifrod, maka tidak ada kewajiban menyembelih hadyu. Jika tidak mampu menyembelih hadyu, maka diganti dengan puasa 10 hari, dimana 3 hari dilaksanakan pada hari Tasyrik dan 7 hari di negara asalnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah,

Baca juga :

Lihatlah video menarik tentang haji berikut ini :

Itulah beberapa tata cara manasik Haji yang harus dilakukan dengan sebaik-baiknya. Untuk itu jamaah Haji akan terlihat khusyuk saat melaksanakan ibadah yang suci, Di tanah yang semua orang inginkan. Dan jika anda menginginkan untuk pergi Haji kunjungi PT. Nurindo Wisata sebagai pelaksana perjalanan Umroh dan Haji terbaik. Anda bisa langsung datang kekantor kami, atou hubungi kami di kontak person dibawah ini,

Head Office:

ALIFAH TOUR
PT. Nurindo Wisata
Ruko Mutiara Bekasi Centre Blok A 10 No. 4
Jl. Ahmad Yani, Bekasi, Jawa Barat – INDONESIA
Telp: (021) 8859750/ 8859751

Salam sukses – Umroh Murah Bekasi & Jakarta TImur

admin99

Write a Reply or Comment