Agustus 21 2018 0Comment
Tata cara umroh wanita

Tata Cara Umroh Wanita Yang Perlu Diketahui Sebelum Ke Tanah Suci

Tata cara umroh wanita – Tata cara pelaksanaan umroh wanita dan laki-laki memiliki banyak perbedaan. Salah seorang ulama Syafl’iyyah  menginventarisir kasus hukum wanita yang tidak kurang dari 120 kasus, yang tersebar dalam beberapa bagian fiqh. Perbedaan ini bukanlah suatu deskriminasi antara laki-laki dan perempuan di dalam islam, melainkan suatu sistem ajaran islam yang sangat melindungi hak dan martabat seorang wanita. Hal tersebut merupakan salah satu alasan mengapa tata cara  umroh wanita berbeda dengan laki-laki. Bukti nyata dari hal tersebut adalah perubahan tradisi-tradisi Arab yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Yang mana masyarakat Arab pra-Islam dengan ajaran dan nilai-nilai Islam yang mengangkat harkat dan martabat, mereka gunakan untuk merendahkan martabat wanita.

Tata cara umroh wanita

Apabila dikaitkan dengan fiqh ibadat, umroh merupakan salah satu ibadah yang sebagian bentuk hukum dan tata cara pelaksaannya membedakan antara wanita dan laki-laki. Perbedaan tata cara ini merupakan salah satu bentuk perhatian khusus dalam melindungi serta menjaga harkat dan martabat seorang wanita. Pembahasan artikel berikut ini akan membahas mengenai tata cara umroh wanita, diantaranya :

Beberapa Tata Cara Umroh Wanita Yang Perlu Dipahami Oleh Jamaah Wanita Sebagai Berikut :

1. Didampingi Oleh Mahram

mahram

Mahram adalah seorang laki-laki yang tidak dapat menikahi Anda (wanita), seperti ayah, saudara laki-laki, anak laki-laki, ayah dari suami atau mertua. Bagi Anda seorang wanita yang umroh harus didampingi oleh mahram atau di damping dengan beberapa wanita yang terpercaya. Hal ini merupakan salah satu syarat wajib umroh yaitu istiha’ah. Yang mana istiha’ah itu merupakan salah satu syarat kesanggupan bagi wanita.

Apabila syarat ini tidak terpenuhi, maka seorang wanita tidak wajib menunaikan ibadah umroh, karena dianggap tidak memiliki kesanggupan. Dan apabila seorang wanita merasa yakin terhadap keamanannya dalam melaksanakan ibadah umroh (tampa pendamping), maka dibolehkan . Tetapi pelaksanaan ini tidak dihukumi wajib, melainkan dihukumi jawaz (diperbolehkan).

2. Mendapatkan Izin Suami Bagi Yang Sudah Menikah

izin umroh

Mendapatkan izin dari suami bagi yang sudah menikah merupakan hal yang terpenting bagi seorang wanita yang menunaikan umroh. Karena khidmah (melayani) seorang suami sifatnya segera. Sedangkan umroh sifatnya bisa diundur pelaksanaannya. Apabila seorang wanita melakukan ihram tanpa izin suami, maka diperbolehkan bagi suami untuk memaksanya bertahallul. Kewajiban istri adalah menuruti keinginan suami. Kalau istri tidak mau menuruti, istri akan mendapatkan dosa.

3. Diharamkan Menutup Muka Di Dalam Ihram

ihram

Diharamkan menutup muka di dalam ihram bagi wanita. Sama halnya dengan laki-laki yang diharamkan menutup kepala. Selain telapak tangan dan muka, maka wajib bagi wanita untuk menutupinya.

4. Tidak Sedang Ber-‘iddah

Masa ‘iddah disini adalah masa ‘iddah karena suami meninggal. Bagi wanita yang sedang ber-‘iddah karena hal tersebut, maka haram baginya untuk menunaikan umroh. Apabila terdahulu ihramnya atas nama suami yang meninggal, maka dibolehkan baginya untuk menunaikan umroh.

5. Diperbolehkan Ihram Ketika Haid Atau Menstruasi

Bagi wanita yang dalam keadaan menstruasi atau haid diperbolehkan untuk ihram. Asalkan Anda (wanita) yakin akan selesai sebelum menjalankan proses tawaf, sa’I, dan tahalul. Selain itu, wanita boleh minum obat pencegah menstruasi atau haid, asalkan tidak mendatangkan mudharat baginya.

Berikut kami juga sajikan perlengkapan yang harus di bawa wanita sebelum berangkat umroh :

  1. Baju Ihram 2 stel –> karena celananya cenderung tipis, bisa diganti celana lain yang berwarna gelap dan mudah digulung sehingga memudahkan kita saat berwudhu dan ke kamar mandi. Kalau berangkat termasuk gelombang 2, dipakai sejak dari Indonesia karena begitu datang langsung umroh wajib, dan miqatnya di atas pesawat
  2. Baju Atasan non Ihram 3 buah –> usahakan yang panjang (kalau bisa sampai selutut) dan tidak ketat
  3. Celana Panjang 2- 3 buah –> Lebih baik berwarna gelap, tidak mudah kotor, tidak membayang, dan yang mudah digulung
  4. Jaket 1 buah –> untuk di pesawat, dan musim haji tahun ini masih masuk musim dingin
  5. Atasan mukena 2 buah –> bisa jadi jilbab juga saat kita berangkat ke masjid
  6. Jilbab panjang 3 buah –> usahakan yang menutup sampai dada. Tidak harus putih
  7. Sajadah tipis 1 buah
  8. Kaos kaki 3 pasang –> tebal dan berwarna gelap lebih baik, tidak perlu yang berjari
  9. Pakaian Dalam 6 stel
  10. Disposible Panties 2 Pack–> bisa dipakai saat perjalanan dari dan menuju tanah air, Madinah – Mekah atau sebaliknya, dan Armina (Arafah, Muzdalifah, Mina). Biar tidak bawa pakaian dalam kotor
  11. Pantyliners 2 Pak
  12. Pembalut wanita secukupnya (sesuaikan dengan kebiasaan haid)
  13. Tutup kepala ala Ninja/teroris 1 bh
  14. Sarung tangan buat sholat

Peralatan Tidur

  1. Pakaian tidur 2- 3 stel –> Usahakan bukan daster, mudah menyingkap. Siapa tau kita sekamar dengan jemaah laki2
  2. Kain panjang 2 lembar bisa untuk sprei dan selimut tidur
  3. Sarung bantal 2 lbr

Alas kaki

  1. Sepatu keds tidak bertali 1 pasang
  2. Sandal gunung 1 pasang
  3. Sandal jepit untuk ke kamar mandi 2 pasang

Perawatan Tubuh dan Wajah

  1. Pelembap wajah –> Sebaiknya beli disana White Diamond aja
  2. Tabir surya
  3. Pelembap tubuh ·
  4. Pelembap bibir –> Bisa dibeli di sana, merk Labello atau pakai White Diamond juga bisa
  5. Bedak
  6. Sabun mandi dengan pelembap kalau bisa ada yang non perfume
  7. Face Spray –> bisa beli botol semprotan kecil bisa dipakai berwudhu ketika dipesawat (saya dan isteri tdk tayammum).
  8. Sikat gigi Travel Size
  9. Odol atau beli siwak disana

Catatan:

  • Pelembap ini sebaiknya dipakai segera setelah mandi, saat kulit masih lembap agar kerjanya lebih efektif, ditambah perbanyak asupan cairan yang akan menjaga kelembapan kulit.
  • Jika dibawa di tas tenteng, pastikan kemasannya tidak melebihi 100 ml. Sedang yang untuk di koper bisa bebas.

Obat – Obatan:

  1. Pil Penunda Haid, prolut dsb (terutama bagi yang haid sekitar tgl 6 – 11 Desember atau menjelang tanggal 8 Dzulhijah)
  2. Obat-obatan bagi penderita penyakit kronis (DM, Hipertensi, Hiperkolesterol, Asma, Alergi)
  3. Analgesik/ Antipiretik
  4. Anti mabuk perjalanan
  5. Oralit / Obat Diare
  6. Obat Sembelit
  7. Obat demam
  8. Obat sakit kepala
  9. Obat Antibiotik
  10. Krim analgesik (counterpain, atau balsam yang biasa dipakai usahakan yg tidak menimbulkan rasa dingin)
  11. Vitamin atau suplemen, sebaiknya yang berbahan dasar madu atau produk perlebahan
  12. Masker multu dan hidung 10 lembar
  13. Plester handyplast

Catatan:

  • Untuk obat-obatan sebaiknya di bawa di tas tenteng.
  • Pil penunda haid harus diminum pada jam yang sama untuk itu konsultasikan dengan benar waktu penggunaan pil penundaan haid ini dengan dokter

Buku – buku

  • Al Qur’an kecil
  • Rangkuman Do’a
  • Bahan2 bacaan manasik haji lainnya
  • Notes atau catatan plus bollpoint nya

Peralatan Pendukung Harian

  1. Setrika Kecil (optional)
  2. Kamera Digital
  3. Camcorder (optional)
  4. Memory Card Cadangan
  5. Handphone
  6. empat air untuk dibawa saat kita keluar dari pondokan, bisa pakai ex minuman seperti fresh tea
  7. Gantungan baju yang bahan kawat biar tidak terlalu berat
  8. Deterjen untuk cuci baju, dan cabun cair untuk cuci piring (sekalian bawa busa untuk cuci piringnya)
  9. Gunting Kecil harus masuk koper
  10. Tali buat gantungan baju
  11. Tas Ransel, untuk ke Armina
  12. Alat tulis
  13. Sewing kit (alat cukur)
  14. Senter + Batere cadangan
  15. Kabel listrik ekstensi (buat aja dengan panjang kira-kira 2m)–> wajib bawa!!!
  16. Kaca mata hitam + talinya
  17. Payung kecil (optional)
  18. Sikat cuci baju
  19. Water heater yang portable untuk memasak air (cari yang 350 watt aja)

Isi Tas saat ke Arafah (Pake Tas Ransel Lebih Praktis, cat: untuk pria disesuaikan aja atau tanpa point 2, 11 dan 12)

  1. Pakaian Ihram cadangan
  2. Sarung tangan buat sholat
  3. Kantong untuk kerikil melempar jumrah
  4. Jaket
  5. Buku Do’a
  6. Al Qur’an
  7. Kaus kaki
  8. Sepatu Keds tanpa tali/ Sandal Gunung
  9. Kamera –> batere terisi penuh
  10. Handphone –> batere terisi penuh
  11. Disposible panties
  12. Pantyliners
  13. Obat2an Pribadi
  14. Peralatan mandi (yang tidak wangi)
  15. Sleeping Bag (optional)
  16. Gunting Rambut
  17. Senter + Batere Cadangan
  18. Kabel listrik extention
  19. Kaca mata hitam + talinya
  20. Tempat minum terisi penuh
  21. Water heater
  22. Makanan ringan: Coklat, Kurma, Abon, dll
  23. Payung kecil
  24. Sajadah tipis
  25. Masker hidung dan mulut
  26. Piring, cangkir, sendok
  27. Sandal jepit

Lihat video menarik tentang umroh berikut :

[youtube https://www.youtube.com/watch?v=YLQkWnk9rnM]

Baca juga :

Itulah beberapa pengkhususan tata cara umroh wanita. Yang mana hal ini bertujuan untuk menjaga serta melindungi wanita dari berbagai bentuk gangguan dan ketidaknyamanan ketika melaksanakan ibadah umroh. Disamping itu, perbedaan tata cara ini  merupakan salah satu perhatian khusus dari  syara’ dalam melindungi serta menjaga harkat dan martabat wanita. Jika anda masih kurang jelas, bisa hubungi kami di kontak dibawah ini.

Head Office:

ALIFAH TOUR
PT. Nurindo Wisata
Ruko Mutiara Bekasi Centre Blok A 10 No. 4
Jl. Ahmad Yani, Bekasi, Jawa Barat – INDONESIA
Telp: (021) 8859750/ 8859751

Salam sukses – Umroh Murah Bekasi & Jakarta TImur

admin99

Write a Reply or Comment